Eddy Sumarna Blog

Artikel Pariwisata

POTENSI DESA SUBAYA October 4, 2010

Filed under: Uncategorized — eddysoemarna @ 3:08 pm

Potensi Sosial Budaya Masyarakat

a. Pura

Terdapat beberapa pura yang ada di Desa Subaya, yaitu Pura Puseh, Pura Bale Agung, Pura Dalem, Pura Pengubengan, Pura Pemujaan, Pura Pengalapan, Pura Batukepeh, Pura Dalem Kauh (Pura Ratu Pingit), Dalem Mrajapahit, Pura Bangsing dan Pura Mendaha, yang semuanya berjumlah 11. Tiga pura berstatus Kahyangan Desa (Kahyangan Desa) dan 8 Pura berstatus Dangkahyangan Desa (Pura Dangka). Terdapat Pura di Desa Subaya yang memiliki daya tarik yang sangat unik dan sejarah yang menarik, yaitu Pura Ratu Pungit. Pura tersebut memiliki beberapa mitos-mitos tentang kasiat jika bersembahyang di pura tersebut, salah satunya adalah dapat menyembuhkan segala penyakit. Selain itu terdapat arca dan prasasti peninggalan nenek moyang masyarakat Desa Subaya yang dianggap suci bagi masyarakat sekitar.

b. Peninggalan Purbakala

• Prasasti Subaya
Prasasti ini memiliki sembilan lembar prasasti, yang merupakan peninggalan sejarah Desa Subaya dan masih disimpan utuh di Pura Ratu Pungit pada sebuah Goa Indrakula. Karena dianggap sebagai benda suci dan sakral, jadi tidak semua orang bisa melihat prasasti tersebut dan hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat prasasti tersebut.

• Arca.
Arca peninggalan nenek moyang masyarakat saat ini status umurnya masih belum diketahui dan masih diteliti oleh Dinas Purbakala Provinsi Bali. Arca tersebut memiliki sejarah yang menarik bagi wisatawan yang berkunjung dimana menggambarkan bagaimana Desa Subaya terbentuk. Arca tersebut masih disimpan di salah satu pura yang berada di Desa Subaya yaitu di Pura Ratu Pungit pada sebuah Goa Indrakula, berbarengan dengan Prasasti Subaya.

Arca Peninggalan Nenek Moyang Desa Subaya

Arca Peninggalan Nenek Moyang Desa Subaya

c. Pekuburan
Pekuburan masyarakat Desa Subaya dimana mayat diberikan prosesi Ngaben tetapi tidak di bakar. Hal ini ada sejarahnya bahwa dulunya masyarakat melakukan prosesi Ngaben dengan dibakar, tetapi asapnya ternyata mengganggu Pura yang diatasnya, sehingga keputusan waktu itu prosesi kematian Ngaben tidak boleh di bakar. Areal pekuburan Desa Subaya ini terletak di areal lahan yang cukup luas.

d. Tradisi Setempat

• Upacara Sambah Ayunan
Merupakan upacara yang dilaksanakan satu tahun sekali, dimana menurut perhitungan sasih umumnya jatuh pada bulan januari. Upacara ini merupakan upacara Piodalan Ida Betara Pengubengan yang mana menurut tradisi setempat dibuat suatu ayunan besar dengan tinggi kurang lebih 14 meter, dimana pada bagian atas ayunan tersebut diletakan bermacam Banten atau Sesaji sebagai simbol permohonan kepada Tuhan.

• Tradisi Nyepi
Merupakan tradisi yang terbagi kedalam nyepi adat dan nyepi pemeritah. Nyepi adat dilaksanakan sebanyak tiga kali, yaitu Nyepi adat pertama yaitu Mesegeh Wali dimana dilaksanakan pada Tilem ke Wolu (delapan) pada bulan februari, yang mana hampir sama dengan tradisi Nyepi pada umumnya. Tetapi, sehari sebelum Nyepi Mesegeh Wali dilakukan pemotongan sapi dipertigaan jalan di Desa Subaya.

Kedua, Nyepi Posa merupakan tradisi Nyepi yang dilaksanakan selama lima belas hari pada bulan maret, yang mana pada lima hari pertama dilaksanakan senbahyang kepada Ida Betara di Pura desa. Kemudian pada lima hari kedua dilaksanakan Tajen (sabung ayam) oleh masyarakat adat Desa subaya dan lima hari terakhir dilaksanakan perang api antara desa bagian atas dan desa bagian bawah, yang dilaksanakan di Pura desa. Setelah rangkaian Nyepi Posa selesai, dilaksanakan Nyepi umat Hindu pada umunya, tetapi di Desa Subaya Nyepi dilakukan selama 17 jam, dimulai dari pukul 00.00 sampai dengan pukul 17.00.

Setelah itu Nyepi adat ketiga yaitu tradisi Nyepi tersebut dilaksanakan selama 24 jam, dimana masyarakat Desa Subaya dilarang menyalakan api disekitar pemukiman dan dilarang membawa tamu kedalam lingkungan pekarangan rumah.

• Tradisi Tabur Rah
Merupakan tradisi yang dilaksanakan pada saat hari raya Kuningan setelah melakukan persembahyangan di Pura pada umumnya. Dalam tradisi Tabur Rah tersebut diadakan kegiatan Sabung Ayam (Tajen), yang memiliki tata cara dan peraturan yang dibuat oleh adat. Biasanya dalam kegiatan Tajen, ayam yang kalah dapat dibawa pulang oleh pihak yang menang, tetapi lain halnya dengan tradisi ini, dimana ayam yang kalah tidak boleh dibawa pulang oleh pihak yang menang, tetapi dihaturkan ke Pura, dipotong dan dibagi-bagikan kepada masyarakat setempat.
• Tradisi Pembayaran Klaci / Perbuan
Tradisi Klaci ini dilakukan secara turun temurun, yang mana merupakan tradisi dimana setiap masyarakat adat subaya yang melakukan perkawinan baik mengambil pasangan dari sesama orang Desa Subaya maupun dari orang Desa Subaya dengan diluar wilayah Desa Subaya harus membayar upeti yang berupa Babi sebanyak 40 kg, 10 butir Kelapa, Beras sebanyak 10 Kg, Bumbu-bumbuan sebanyak 1 timbang yaitu 10,5 Kg. Selain itu upeti ini diberlakukan juga pada perkawinan pasangan orang dari luar Desa Subaya yang melewati wilayah Desa Subaya untuk menuju ke tempat pelaksanaan perkawinan.

Flora

Desa Subaya memiliki berbagai macam vegetasi. Hal tersebut dapat dilihat dari jenis tanaman pertanian oleh masyarakat. Secara umum vegetasi terletak dari satu tempat ke tempat lain yang bersifat menyebar, yang secara umum terletak pada dataran tinggi. Dalam menunjang kegiatan ekowisata di Desa Subaya lahan pertanian yang dapat dijadikan kegiatan ekowisata berada di 2 km sebelah selatan pusat desa Jenis-jenis flora yang terdapat pada lahan pertanian tersebut adalah Kopi, Coklat/Kakao, Pisang, Nangka, Alpokat dan Jeruk .

Potensi Alamiah

a. Air Terjun Kutuh
Merupakan air terjun yang terletak perbatasan antara Desa Subaya dengan Desa Kutuh. Air terjun ini berjarak sekitar ±15 Km dari Desa Subaya dan bisa ditempuh dengan cara berjalan kaki. Akses menuju air terjun ini melewati jalan perbukitan dan pegunungan serta semak belukar. Ciri khas dari air terjun ini adalah mempunyai tinggi 40 meter dan kondisinya masih sangat alami dimana lokasi air terjun tersebut berada ditengah hutan.

Air Terjun Kutuh

Air Terjun Kutuh

b. Bukit Menda
Merupakan bukit yang berlokasi di sebelah barat Desa Subaya dan berjarak 1 km dari pusat desa. Memiliki panorama berupa pemandangan alam yang sangat indah. Akses yang dapat dilalui dengan cara menggunakan kendaraan roda dua sampai dengan areal pekarangan Pura, selanjutnya dapat ditempuh dengan berjalan kaki 200 m untuk sampai ke lokasi, dengan melewati jalan bebatuan dan jalan setapak.

Bukit Menda

c. Areal Perhutanan
Merupakan hamparan areal perhutanan yang terletak di sekeliling areal Desa Subaya. Akses yang dapat dilalui untuk melihat areal perhutanan berjarak 500 meter dari pusat desa yang memberikan pemandangan alam yang hijau dan masih alami. Areal perhutanan ini berdampingan dengan areal pertanian masyarakat Desa Subaya.

 

One Response to “POTENSI DESA SUBAYA”

  1. Selamat Hari Raya Galungan Dan Kuningan…

    blog yang bagus, saya kirim trackback deh……


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s