Eddy Sumarna Blog

Artikel Pariwisata

PENGEMBANGAN KAWASAN OBSERVATORIUM BOSSCHA DAN SEKITARNYA December 30, 2010

Filed under: Uncategorized — eddysoemarna @ 5:53 am

I. LATAR BELAKANG

Observatorium Bosscha memiliki peran penting dalam beberapa hal. Pertama, dari segi ilmu pengetahuan, berperan sebagai salah satu observatorium yang mengumpulkan data perihal benda-benda langit di belahan bumi selatan. Kedua, Obs. Bosscha memiliki makna sejarah yang berharga bagi bangsa Indonesia yang telah ditetapkan menjadi cagar budaya nasional melalui peraturan perundangan (salah satunya adalah UU No. 5/ 1990 tentang Benda Cagar Budaya dan PP No. 10/ 1993 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Benda Cagar Budaya. Dalam tahap pengembangan selanjutnya, Obs. Bosscha akan dijadikan sebagai Space Science Center (SSC). Pengembangan SSC diharapkan mampu mendorong pemanfaatan observatorium secara lebih optimal dan mendukung penumbuhan minat terhadap ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat luas.

Dicermati dalam konteks lingkungan eksternalnya, Obs. Bosscha berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang berfungsi sebagai kawasan resapan air, seharusnya dapat merupakan suatu keuntungan. Dengan adanya pengendalian perkembangan di KBU, yaitu melalui berbagai perangkat kebijakan, Obs. Bosscha seharusnya turut terlindungi fungsinya. Pada dasarnya, pengembangan KBU memang harus dikendalikan, bukan untuk kepentingan Obs. Bosscha semata, melainkan Kawasan Lembang secara umum.

Pada saat ini, pertumbuhan kegiatan yang pesat di Kawasan Lembang telah menimbulkan alih fungsi lahan yang intensif. Kegiatan permukiman semakin mendekat ke areal observatorium yang menimbulkan kerusakan lingkungan sekitar. Disamping itu, perkembangan berlangsung kurang terkendali; dan sampai saat ini belum ada pengaturan yang memiliki ketetapan hukum perihal pengembangan lahan di sekitar observatorium Infrastruktur yang dibangun lebih diupayakan untuk mendukung keberadaan permukiman, yang jelas meningkatkan ancaman terhadap fungsi observatorium maupun konservasi (misalnya: dengan meningkatnya potensi run-off di Cekungan Bandung).

Peningkatan polusi udara oleh emisi kendaraan bermotor dan pembakaran sampah, polusi cahaya oleh kegiatan permukiman (lampu penerangan rumah), polusi cahaya oleh lampu kendaraan dan billboard komersial, dan polusi getaran oleh lalu lintas kendaraan merupakan beberapa ancaman terhadap fungsi observatorium. Selain itu, fungsi kawasan sebagai kawasan cagar budaya dan sebagai kawasan konservasi seharusnya ditegakkan. Hal ini juga menunjukkan bahwa penetapan sebagai cagar budaya tidak serta merta menyelesaikan persoalan yang mengganggu kelestarian fungsi cagar budaya maupun konservasi kawasan.

Selain kegiatan bermukim, kegiatan lain yang berkembang pesat di Kawasan Lembang adalah pariwisata. Belum jelasnya konsep pengembangan pariwisata yang sesuai bagi kawasan observatorium dan sekitarnya diperkirakan turut memberikan andil terhadap gangguan fungsi observatorium. Tekanan yang besar muncul dari pengembang swasta yang melihat peluang keuntungan dari pengembangan kawasan di sekitar observatorium sebagai lokasi wisata. Sementara itu, pemerintah daerah ditantang untuk segera mengambil keputusan apakah pembangunan fisik untuk berbagai jenis kegiatan prospektif (dalam hal ini pariwisata), selain konservasi alam maupun cagar budaya, bisa diterima atau tidak.

Salah satu gagasan awal yang muncul yang terkait dengan lingkungan eksternal Obs. Bosscha adalah pengembangan kawasan wisata yang memperhatikan kelestarian lingkungan alami (ekowisata). Konsep awal ini diyakini dapat mengurangi perubahan bentang alam yang kian mengancam keberadaan dan fungsi observatorium maupun fungsi kawasan sebagai kawasan konservasi. Dalam prosesnya, masyarakat merupakan komponen yang perlu didengarkan pendapatnya. Dalam kenyataannya, masyarakat turut memiliki andil terhadap perubahan bentang alam, terutama bagi kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah lahan yang dimiliki. Pengaturan yang sifatnya melarang kegiatan di sekitar observatorium menutup peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat lokal yang merupakan komponen penting dalam pengelolaan kawasan yang dilindungi (protected area). Oleh karena itu, apa dan bagaimana konsep perencanaan dan pengembangan ekowisata ini? Hal ini juga memerlukan sosialisasi bagi dan dilakukan diskusi dengan berbagai kelompok yang berkepentingan.

II. TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah pengembangan gagasan bagi konsep pengembangan Space Science Center dan kawasan ekowisata di Obs. Bosscha dan sekitarnya melalui forum komunikasi/diskusi. Kegiatan ini mengikutsertakan berbagai para pemangku (stakeholder) yang terkait dengan perkembangan kawasan pada masa mendatang, diantaranya: pemerintah daerah dari tiga kabupaten/kota dan pemerintah desa, masyarakat sekitar, pengembang swasta, dan ITB sebagai pengelola observatorium. Hasil akhirnya berupa rumusan konsep dan hasil rancangan pengembangan.

Harapannya adalah tercapainya sasaran kegiatan, yaitu:
1. Tercapainya kesepahaman tentang permasalahan pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Lembang antarpihak internal dan antarpemangku kepentingan, serta mengubah persepsi masyarakat bahwa pengembangan sekitar Obs. Bosscha
2. Menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah, pemilik/pengembangan dalam rangka menjawab (memberi justifikasi) atas pengembangan di sekitar Kawasan Obs. Bosscha dan Lembang pada umumnya;
3. Mengidentifikasi dan mengevaluasi perkembangan dan dampak perkembangan
Kawasan Obs. Bosscha dan sekitarnya;
4. Mengevaluasi unsur-unsur yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata;
5. Mengidentifikasi pelibatan para pemangku kepentingan (stakeholder);
6. Mengidentifikasi peran (role sharing) di antara para stakeholder.

III. MANFAAT KEGIATAN

Manfaat kegiatan ini, yaitu pengembangan gagasan terkait konsep dan prinsip pengembangan bagi kawasan yang termasuk ke dalam protected area (cagar budaya dan konservasi) dan lingkungan sekitarnya, melalui forum komunikasi berbagai pemangku kepentingan. Konsep pengembangan ini nantinya dikaitkan dengan perlindungan terhadap keberadaan objek dan bentang alam yang termasuk ke dalam kategori cagar budaya dan fungsi Obs. Bosscha, selain mendukung konservasi sumber daya air di dalam kawasan.

Dari kajian perihal konsep pengembangan kawasan, dapat dihasilkan menjadi arahan normatif bagi penataan ruang internal maupun eksternal Kawasan Observatorium Bosscha. Konsep ini juga dapat menjadi pertimbangan yang dapat diikuti oleh pengembang (developer) dan masyarakat yang bermaksud menjadikan sekitar kawasan sebagai daya tarik wisata. Selain itu, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi pedoman dalam pengambilan Keputusan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s